Membuat Aplikasi Tanpa Mengetik Satu Baris pun

Setahun yang lalu aku sempat mencoba koding menggunakan AI Agent. Hasilnya? Stress.
Bukannya mempercepat, malah terasa seperti nambah pekerjaan. AI-nya masih “segitu”, sering ngaco, perlu dibenerin terus, dan akhirnya lebih cepat ngetik sendiri daripada berdebat sama mesin.

Jadi ya sudah, kutinggal.

Beberapa bulan lalu timeline mulai ramai lagi. Orang-orang cerita tentang betapa powerful-nya AI agent buat ngoding. Demo di mana-mana. Showcase berseliweran. Dan entah kenapa kepancing juga.

“Ya udah… coba lagi sekali.”

Targetnya sengaja kubikin agak ekstrem: bikin aplikasi tanpa mengetik satu baris kode pun.

Dimulai dari backend (PHP dan teman-temannya), lanjut frontend pakai Remix, lalu Android dan iOS pakai React Native. Semua dibuat sama AI dari awal sampai akhir.

Aplikasi yang kubuat: platform lelang online untuk ikan koi.

Ada tiga interface utama:

  • Bidder, untuk ikut lelang
  • Seller, untuk bikin lelang, upload foto ikan, set harga, aturan, dll
  • Admin, untuk moderasi, ban user, dan pengaturan lainnya

Login tanpa password — full OTP via WhatsApp.
Semua fitur web bisa dilakukan juga di mobile app.
Dan yang paling seru: terintegrasi dengan WhatsApp Bot, jadi bidder bisa ikut bidding langsung dari grup WhatsApp.

Singkat cerita… jadi!!

Tanpa mengetik satu baris kode pun.

Ini Dia Hasilnya…

https://lelang.app
https://play.google.com/store/apps/details?id=app.lelang.app
https://apps.apple.com/id/app/lelangapp-lelang-koi/id6755085764?l=id

IDE yang kupakai? Cursor.
Dan bukan cuma coding, AI juga bantu sampai deploy dan submit ke Play Store dan App Store.

Jujur, aku cukup terpana.
Perkembangannya jauh dari yang kualami setahun lalu. Ini bukan lagi sekadar autocomplete pintar, ini sudah masuk wilayah otomasi kerja.

Langsung kebayang…
kalau tools seperti ini diterapkan ke Kledo, Gajihub, dan lainnya, dampaknya bakal seperti apa.

Baca juga  MRR, Metrik Paling Penting di Kledo

Produktivitas berubah.
Cara membangun produk berubah.
Ekspektasi terhadap engineer juga pasti ikut berubah.

Dan mungkin yang paling terasa, barrier untuk membangun sesuatu sekarang makin tipis.

Hmmm…

Menarik, sekaligus sedikit menegangkan.

Tantangan ke depan tampaknya bukan makin jauh,
tapi justru makin dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *