Bagaimana Mendapatkan 10 Pelanggan Pertama

Saat sudah mempunyai produk atau minimal MSP (Minumum Sellable Product) lah, stage berikutnya adalah mendapatkan 10 pelanggan pertama. Selama sekian kali aku membuat produk, tahapan ini sering menjadi tahapan paling berat, paling membuat stress, dan banyak yang gagal ditahapan ini.

Setelah beberapa kali gagal dan beberapa kali berhasil mendapatkan 10 customer pertama, aku mencatat 6 pelajaran yang didapat. Dan terakhir aku terapkan saat berusaha mendapatkan 10 pelanggan pertama Kledo. Hasilnya sangat smooth dan berjalan dengan lancar.

Oke, berikut 6 hal yang perlu dilakukan untuk mendapatkan 10 pelanggan pertama:

1. Jangan berharap pada teman, kolega, koneksi

Banyak yang menyarankan, produk pertama ditawarkan ke orang-orang terdekat dulu. Bagiku itu kesalahan, mengapa?

  1. Bias!
    Orang terdekat, teman, keluarga akan memuji apapun yang kita buat. Tidak mudah menemukan orang dekat yang bisa berkata jujur bahwa produk yang kita buat ini sangat buruk.
  2. Saat berhasil meyakinkan beberapa orang dekat untuk menggunakan produk kita, kembali lagi itu bias, bisa jadi saat dijual ke umum ternyata tidak laku. Orang terdekat kadang membeli produk kita karena kasihan atau mungkin karena ingin membantu.
  3. Kita butuh mengumpulkan sebaik dan sebanyak mungkin data, sebanyak mungkin masukan dari orang-orang yang benar-benar membutuhkan produk kita, bukan orang yang pura-pura menggunakan produk kita. Jika pada 10 pelanggan pertama kita mendapatkan masukan yang tidak tepat, arah iterasi pengembangan produk beberapa tahun kemudian bisa kacau.

2. Kejar sampai ujung dunia

Jika mendapatkan calon pelanggan yang tertarik, kejar sampai ujung dunia! Dekati secara personal, tanyakan apa yang dia harapkan dari produk kita. Lakukan apapun, ya apapun, apapun itu untuk “DEAL!”.

Untuk mendapatkan pelanggan pertama Kledo, kami melakukan 1 on 1 Demo, berkali-kali telepon konsultasi kebutuhan, berhari-hari chat, hingga kami membuatkan custom di software Kledo supaya sesuai dengan harapan sang calon ini.

3. Lakukan hal yang aneh, jangan ikuti si raksasa

Kamu baru mulai menjual, produk barusan aja jadi. Jadi, jangan coba-coba menghamburkan uang untuk baliho, iklan tv, atau apapun itu. Jangan coba-coba ikutan perusahaan lain yang sudah raksasa, kamu ga akan kuat!

Lakukan hal aneh, hal yang mungkin itu tidak akan bisa di-skalasi saat perusahaanmu membesar. Temukan jalan tikus untuk menjual yang jalan itu tidak terpikirkan oleh kompetitor-kompetitormu.

Untuk mendapatkan 10 pelanggan pertama IDwebhost, aku dan Ayik dulu online 24 jam Yahoo messenger. Saat itu belum ada layanan hosting di Indonesia yang menyediakan live chat 24 jam, dan saat itu nge-trend yahoo messenger di kalangan anak muda. Calon pelanggan langsung kami ajak ngobrol via yahoo messenger, kami membantu mencari masalah di script website mereka, membantu menginstallkan, membantu mencarikan nama domain, dan apapun itu untuk bisa “Deal”.

4. Lakukan yang sudah dilakukan saat validasi ide

Sebelum membuat produk sudah memvalidasi ide mu kan? Kalau belum coba baca cara validasi ide disini.

Saat memvalidasi ide, kita sudah mencoba memasarkan produk prototype kita, dan hasilnya sudah valid, banyak calon pelanggan yang tertarik.

Nhah saat produk sudah jadi, saatnya eksekusi sesuai saat validasi ide dulu. Jika dulu mencoba memasarkan produk via google adwords, ya sekarang lakukan hal yang sama.

Kledo dulu divalidasi ide nya dari google adwords, fbads dll, dan terbukti idenya valid. Jadi saat mencari 10 pelanggan pertama, kami hanya mengcopy-paste yang sudah dilakukan diproses validasi ide dulu. Dan hasilnya, calon pelanggan yang berminat tidak jauh berbeda dengan saat melakukan validasi ide.

5. Membaur di komunitas, dan bantu anggota yang lain

Cari komunitas-komunitas online sesuai target pasarmu. Cari facebook groups, cari pertanyaan di quora, cari blog yang populer, cari group telegram, group whatsapp, dan apapun itu. Cari semua channel yang bersinggungan dengan target pasarmu.

Membaurlah ke komunitas itu, jangan asal promosi ya! Jadilah expert di komunitas itu, jawab pertanyaan-pertanyaan, bantu anggota komunitas yang membutuhkan nasihat, tambah komentar membangun di blog yang populer.

Utamakan membantu anggota lain di komunitas, jangan mengutamakan promosi. Bantu, bantu dan bantu, sesekali bolehlah diselipin promosi halus.

Saat sudah mendapatkan “trust” dari anggota komunitas, kamu tak lagi perlu promosi di group. Kamu hanya perlu menautkan jawabanmu dengan produkmu.

Contohnya seperti ini:

Si A Bertanya: “Invoice untuk pelanggan yang bagus yang gimana ya? Ada saran?”
Jawabanku: “Invoice ada macem-macem jenisnya, tergantung kebutuhannya seperti apa. Apakah mau invoice yg colorful, apa mau yang resmi, atau mau yang simpel banget?
Kalau di Kledo, disediakan 50 template invoice untuk berbagai macam kebutuhan, jadi tinggal pilih aja yang paling sesuai.”

6. Kamu sendiri yang harus menjual

Kamu CEO, COO, CMO, CTO atau CXX ? Apapun itu, kamu sendiri yang harus menjual. Terlebih lagi kalau kamu CEO, kamu harus closing sendiri 10 pelanggan pertama mu. Kalau kamu saja tidak berhasil menjual ke 10 pelanggan pertama, bagaimana mau merekrut orang sales untuk menjual. Kamu orang paling ngerti produk, kamu orang yang mikir sehari 20 jam untuk produk ini, kamu sendiri yang harus bisa menjual.

Sebagai contoh CEO nya Zapier, untuk mendapatkan pelanggan pertamanya, dia hunting di stackExchange. Nemu ada yang nanya, dan si CEO menawarkan bantuan via PM. Dan deal lah akhirnya pelanggan pertamanya.

Kesimpulan

10 pelanggan pertama ini bukan urusan profit margin, bukan urusan skalasi, ini langkah besar pertama untuk ribuan langkah berikutnya. Ini sakral! Kamu harus berhasil menjual produkmu sendiri. Lakukan segala cara, apapun itu untuk mendapat 10 pelanggan pertama.

Jika gagal ditahap ini, sebaiknya segera pikirkan jalan pulang :p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *