Rahasia GajiHub Hingga Dipercaya 200 Perusahaan

Tak terasa beberapa bulan berlalu setelah soft launching, hard launching, relaunching dan launcing-launching lainnya. Beberapa bulan ini juga GajiHub running tanpa statistik untuk internal, jadinya kami ga pernah benar-benar tahu sebenarnya ada berapa perusahaan aktif saat ini.

Baru beberapa hari terakhir menyempatkan membuat statistik-statistik untuk kebutuhan internal. Dan……., baru tahu sekarang ternyata sudah lebih dari 200 perusahaan berbayar di GajiHub. Padahal dulu rencananya mau buat blog perjalanan 10 customer pertama, 50 dan 100 customer pertama. Apa daya waktu berlari terlalu cepat.

Bagaimana GajiHub bisa dipercaya 200 Perusahaan

Terus terang, yang kami lakukan “hanya” kopi paste persis dengan yang telah kami lakukan dulu setelah launching Kledo.

Tim Sales, Customer Support & Customer Success

Dimulai dari rekrut tim sales, tim customer support, dan tim customer success.

Perekrutan sales, customer support dan customer success ini tidak berurutan, tapi dibuka berbarengan dan menunggu mana kandidat paling bagus yang masuk duluan.

Sesuai keyakinan dari awal, kami memerlukan langsung minimal 2 orang tim sales, supaya bisa langsung untuk benchmarking performa. Tapi setelah sekian bulan, tak kunjung mendapatkan 2 tim sales yang cocok, jadinya hingga saat ini masih bertahan dengan single fighter tim sales saja.

Untuk customer support kami rancang untuk 1 dulu saja. Sedangkan untuk customer success kami merekrut 2 orang tim.

Digital Marketing

Setelah tim ujung tombak terbentuk, mulai pasang iklan di sana dan di sini. Perbaiki SEO di web. Lanjut dengan gencarkan content marketing.

Oh ya, sebenernya content marketing ini sudah kami mulai jauh sebelum GajiHub dilaunching. Kami mulai menulis konten semenjak nama domain untuk produk GajiHub ini diputuskan. Langsung tancap gas!

Baca juga  Whatapp Banned Massal, Hingga Punya Anak Di Luar Nikah

Jadinya saat sudah launching, kami sudah mendapatkan organic traffic dari sana sini.

Eksekusi

Kami berusaha menerapkan cetak biru yang sudah dibuat dalam perjalanan awal Kledo dulu. Sangat-sangat sedikit perubahan yang dilakukan.

Alurnya kurang lebih seperti ini:
Digital Marketing -> Customer Support -> Sales -> Customer Success

Dari lead yang dihasilkan oleh tim Digital Marketing, akan di terima dan di follow up oleh tim customer support. Dari customer support, lead prospektif akan diserahkan ke tim sales. Setelah closing, tim sales akan menyerahkan ke tim customer success untuk didampingi implementasinya.

Hasilnya ….

Beberapa bulan kemudian tak terasa udah 200 perusahaan aja.

Tim Kledo & Gajihub @ Kintamani, Bali

Mode Pencarian Product Market Fit

Sampai saat ini kami masih berada di mode pencarian product market fit. Belum hajar ke marketing.

Fokusnya masih mencari benang merah, apa sih yang paling menyakitkan untuk customer kami, dan obat apa yang bisa kita berikan untuk mengobati rasa sakit itu.

Banyak hal yang dibayangkan dulu, ternyata beda banget setelah mendapatkan input dari customer.  Misalnya nih, simpel aja, ternyata banyak yang secara halus bilang ga suka dengan warna pink nya gajihub, terlalu girly they said. Solusinya kami sediakan konfigurasi supaya customer bisa memilih warna aplikasi sesuka mereka, atau disesuaikan dengan brand perusahaan mereka. Keluhan customer tercinta ini malah menjadikan fitur yang tidak direncanakan awalnya, tapi sangat dicintai customer.

Jadi, Apa Rahasia Untuk Dapat 200 Customer Pertama?

Rahasianya adalah ….

Ga ada!

Iya, bener-bener ya gitu-gitu aja. Tim digital marketing carikan lead, kemudian tim sales yang menge-gol-kan dealnya.

Apakah sudah ideal? Tentunya tidak. Masih banyak, dan buanyaak yang bisa diperbaiki. Tapi untuk sebuah awalan, kami tentunya patut berbangga! Ale-ale Tim Hebat GajiHub!

Baca juga  Buku Ini Wajib Dibaca Founder Startup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.