perjalanan 100 customer pertama

Perjalanan Kledo Dari 0 Sampai 100 Customer

Customer pertama – April 2020
Customer ke 100 – November 2020

Kledo bergulat selama 8 bulan, untuk mendapatkan customer pertama hingga ke 100. Bulan-bulan pertama yang like hell!! Banyak pelajaran didapat, begini kisahnya:

30 Customer Pertama

Dari 1 hingga 30 customer pertama, serba luar biasa, peran sebagai chief of everything bener-bener terjadi, baca kisah 10 customer pertama di sini, dan kisah 30 customer pertama di sini.

Setelah 30 customer pertama? Ternyata sama aja, belum berani hire orang diluar dev, semua pekerjaan selain development masih aku yang pegang. Beberapa suara-suara yang sering muncul di kepala:

  • Apakah worthed ngerjain semua ini?
  • Bulan depan mau nggaji tim make apa?
  • Gimana mau berlari? Benerin bugs aja menghabiskan waktu & tenaga!
  • Coding terus, kapan ngurusin marketing, sales?
  • Jadi Customer Support terus, kapan benerin bugs nya?

Serasa perlu membelah diri sebanyak mungkin untuk menjalankan semua peran-peran yang tumpang tindih itu.

50 Customer Pertama

Setelah mempunyai 50 customer pertama, fokus masih di product development. Berusaha menutup sebisa mungkin feature gap antara kledo dan harapan customer. Closing masih sangat susah karena harapan calon customer tentang software akuntansi masih banyak belum tercover di Kledo.

70 Customer Pertama

Hingga 70 customer pertama, rata-rata kledo menambah 10 customer baru per bulan. Semua leads datang dari SEO, Content Marketing, dan sedikit dari iklan. 

Conversion rate sangat-sangat rendah, belum ada customer support, belum ada sales. Lead yang mendaftar hanya dibiarkan kebingungan mencoba softwarenya, hanya yang tawakal dan gigih yang akhirnya lanjut menjadi customer berbayar.

Saat itu masih aku sendiri yang melayani semua pertanyaan yang masuk, dan ternyata baru sadar aku sangat buruk dalam melayani customer 😀

80 Customer Pertama

Setelah 80 customer, kami mulai kewalahan menangani customer dan mengurus berbagai tetek bengek perkantoran. Jadinya didatangkanlah 1 customer support dan 1 bantuan chief of everything.

Customer support pertama juga bertugas sebagai sales, sebagai customer success, billing, tester, dll.

Bantuan chief of everything, jobdesc nya adalah sebisa mungkin melakukan semua yang biasanya aku lakukan :D. Mulai dari HRD, legal, payroll, procurement dan entah lah, sampai bingung kasih nama jabatannya.

Setelah lead dan customer lebih terlayani, conversion rate meningkat dan tidak terlalu butuh banyak tenaga untuk mendapatkan 100 customer pertama.

90 Customer Pertama

Saat di 90 customer pertama, kami menambahkan paket baru. Yang sebelumnya hanya paket gratis dan paket PRO, akhirnya coba tambah paket baru dgn nama Elite. Paket ini harganya diatas PRO. 

Tak kuduga, paket ini ternyata banyak peminatnya, padahal selisih fitur antara paket PRO dan Elite saat ini sangat-sangat sedikit.
Ternyata untuk customer yang mempunyai budget, mereka malah ragu-ragu membeli software dengan harga terlalu murah.

100 Customer Pertama

Milestone ini akhirnya tercapai juga. Next milestone? 200 customer!

What next?

Perlu segera hire team sales, sungguh sangat miris hati ini melihat lead masuk yang dicuekin. Sungguh teriris-iris saat menjawab pertanyaan calon customer yang begitu frustasinya karena kebingungan mau menggunakan software nya.

Butuh banget team sales yang bisa proaktif kontak ke lead, menawarkan bantuan dalam trial software, membantu membuat keputusan dalam memilih paket.

Bagaimana kledo mendapatkan 100 customer pertama?

Hampir semua customer awal datang secara organik, baik dari blog ataupun dari SEO, sangat sedikit dari hasil iklan. Bisa dikatakan tidak mempunyai budget untuk beriklan, jadi yang dijalankan masih murni bergerilya. Membuat blog, cari guest post, cari forum atau comment di blog orang.

Fokus di 100 customer pertama masih di produk, aku berusaha membuat produk yang sesuai dengan permintaan target pasar. Orang bilang nyari product-market-fit.

Di masa-masa pencarian product – market – fit, aku pikir membuang waktu kalau sudah direpotkan dengan marketing. Ga ada dana dan tenaga.

Product Market Fit

100 customer pertama adalah saatnya mencari product-market-fit. Membuat produk yang sesuai dengan market. Banyak hal-hal yang tidak terpikirkan saat diawal dulu, ternyata banyak yang dibutuhkan target pasar.

Di masa ini, perlu membuat cycle development sesingkat mungkin. Di kledo aku membuat aturan internal minimal satu seminggu sekali update produk. Pada prakteknya sering satu minggu deploy lebih dari 2 kali.

Dengan dev cycle yang singkat, permintaan-permintaan customer bisa cepat terpenuhi. Customer bisa lebih sering dan lebih banyak memberikan masukan. Customer yang sudah mengambil resiko untuk mencoba produk kita yang masih banyak ga beresnya ini, merasa diuntungkan karena requestnya banyak terpenuhi oleh kita. Produk akan lebih cepat berkembang dan lebih cepat mendekati market fit.

Pada 100 customer pertama, kami lebih fokus mempertahankan customer awal, dibanding mati-matian menambah customer. Jika 100 customer pertama saja belum bisa semuanya puas, bagaimana nanti jika puluhan ribu?

Setelah product-market-fit didapat, baru mengejar traction.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *