Harga Dinaikkan 30%, Apa yang Terjadi?

Setelah semedi sekian lama, rencana menaikkan harga kledo pun di eksekusi. 30% naiknya. Apa yang terjadi? ternyata …

Mengapa harga perlu naik?

Ada 2 alasan yang mendorong kledo menaikkan harga.
Pertama, kledo butuh dana untuk merekrut orang-orang terbaik di negri ini. Sekitar 90% revenue didedikasikan untuk mendapatkan dan menggaji orang-orang terbaik ini.
Kedua, mencari pelanggan loyal, lhoh?? Ok nanti aku jelaskan.

Apa keuntungan harga naik?

Kembali ke poin pertama. Aku sempat cari-cari referensi, cari-cari ditwitter, di web-web, buku dll, bagaimana sih menaikkan MRR (monthly recurring revenue) di SAAS (Software as a service) ? Dan jawabannya hampir sama, naikkan harga paket!

Menurut berbagai referensi dan baca-baca cerita-cerita para founder, mereka berhasil menaikkan paket tanpa mengurangi jumlah pelanggan baru secara signifikan, tapi menambah revenue secara signifikan. Bagaimana bisa?

Ya, karena harga naik itu punya banyak keuntungan juga ternyata:

  • Dengan harga naik, akan menghindarkan persaingan race to zero. Kejar-kejaran dan saingan harga dengan toko sebelah, pamer siapa yang paling murah. Justru dengan harga mahal, bisa menciptakan pembeda dengan toko sebelah, produk lebih mahal karena lebih baik. Kurang lebih begitu.
  • Harga naik juga akan membuktikan apakah orang membeli produk kita karena murah, atau karena memang suka dan butuh dengan produknya? Jika ternyata hanya karena murah, berarti perlu segera dipikirkan skema putar balik 😛
  • Dengan harga naik, akan lebih mem-filter calon customer. Calon customer yang belum serius, hanya mencoba-coba akan tereliminasi secara natural. Yang lanjut jadi customer, tentu sudah melewati batasan masalah harga. Jadinya jumlah customer akan lebih sedikit, kita bisa lebih maksimal melayani mereka, tapi hasil lebih banyak.
  • Harga naik tentu revenue naik. Tapi resource malah jadi lebih irit, irit server, irit customer support, irit dll dsb nya.

Itu semua teorinya, tapi apa yang terjadi setelah kledo menaikkan harga?

OK, yang perlu dipersiapkan saat akan menaikkan harga adalah … mental!

Mental penolakan dari internal kita sendiri. Misalnya tim sales kurang suka dong, karena jualnya jadi lebih susah. Mental penolakan dari customer lama yang mau beli lagi, ini mesti ada yang mengancam pindah tempat lain.

Nhah setelah harga dinaikkan, yang terjadi ternyata … nothing! 

Iya, ga ada apa-apa. Conversion rate tetap tinggi, calon customer tidak ada yang mengeluhkan harga mahal, dan hanya revenue saja yang naik tajam. 30% gaes!

Note penting

Penting banget! Saat menaikkan harga, pastikan customer lama dikunci harganya, supaya tidak ikutan naik. Kenapa?
Karena kalau mereka ikutan harga naik, pasti banyak yang komplain, dan komplain ini akan cukup merepotkan secara psikologis tim kita.

Selain itu, customer lama jika dinaikkan harganya, revenue kita tidak akan banyak perubahan. Ingat, SAAS kan membidik compounding revenue kedepan, jumlah customer sekarang yang masih sangat sedikit ini sungguh kurang signifikan sumbangan kenaikan revenue nya.

Dan ini terbukti, harga naik tanpa ada problem sama sekali.

Bonus

Bagaimana jika calon customer, sudah tau harga lama, tiba-tiba harga naik?
Kasih harga lama, suruh segera closing! Karena jika segera closing, dapet harga lama seumur hidup, jika tidak, akan dapet harga baru. Nhah malah jadi gimmick baru, calon customer jadi pada terkonversi mengejar harga lama.

Atau bisa juga sekalian dikirimin “surat ancaman”, judulnya — bayar sekarang, senin harga naik! — (ini tidak aku lakukan :D)

Kesimpulan

Naikkan harga produk-mu sekarang!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *